Kepala BRMP NTB Monitoring PM-AAS di Kecamatan Woja, Petani Rasakan Efisiensi Tenaga dan Biaya
Penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, terus dipantau untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai kondisi di lapangan. Monitoring dilakukan dengan melihat perkembangan tanaman sekaligus menggali pengalaman dan kendala yang dihadapi petani.
Dalam kegiatan monitoring, sebagian tanaman padi telah memasuki umur 23 hari setelah tanam (HST) dan menunjukkan perkembangan yang perlu terus dipantau. Di sisi lain, masih terdapat petani yang sedang melakukan pengolahan lahan untuk persiapan tanam. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan waktu tanam di tingkat petani yang perlu menjadi perhatian dalam pendampingan.
Secara umum, petani di Kecamatan Woja sudah terbiasa dengan sistem tanam hambur, sehingga penerapan PM-AAS relatif mudah diterima. Petani menyampaikan bahwa salah satu kendala utama yang masih dihadapi adalah ketersediaan air, terutama dalam mendukung kegiatan budidaya pada waktu yang tepat.
Meski demikian, kehadiran PM-AAS mendapat respons positif dari petani. Mereka menilai penerapan sistem budidaya modern ini dapat membantu menghemat tenaga dan biaya produksi dibandingkan dengan cara budidaya yang selama ini dilakukan.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan PM-AAS yang mengedepankan efisiensi penggunaan input, mekanisasi, dan pengelolaan budidaya secara lebih presisi. Kementerian Pertanian menyebut PM-AAS diarahkan untuk menghasilkan produksi tinggi dengan biaya yang lebih efisien dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Monitoring di Kecamatan Woja menjadi bagian penting dalam memastikan penerapan PM-AAS dapat menyesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi. Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan, khususnya dalam mengatasi kendala ketersediaan air serta memastikan tahapan budidaya berjalan sesuai rekomendasi teknologi.
Dengan dukungan petani dan pendampingan yang konsisten, penerapan PM-AAS diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha tani, tetapi juga mendorong perubahan menuju sistem pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Dompu